"Muhamad fatoni adirti" itulah nama pemberian ayahku 20 tahun yang lalu, Terlahir dari sebuah keluarga yang cukup disiplin, sejak kecil aku tebiasa hidup mandiri, dulu ayahku selalu berkata "jika kelak kau telah dewasa, carilah alasan kenapa kau di lahirkan di dunia ini" ,jujur sampai usiaku 18 tahun, aku belum tahu alasan untuk apa aku di ciptakan di dunia ini, karena sejatinya aku tidak lebih dari pria biasa yang tak pandai dalam berfikir, itu yang menyebabkan aku selalu bertanya , "untuk apa sebenarnya aku ada di dunia ini" apa mungkin TUHAN SALAH CIPTAKAN AKU, ujarku dalam hati setiap mengingat waktu demi waktu yg terasa cepat bergulir,
aku tak henti mencari satu alasan kenapa aku ada di dunia ini !, sejak itu aku mulai belajar cara membahagiakan orang di sekelilingku, and then satu nama yang mampu menjawab semua pertanyaanku "IBU" ya.. beliau adalah sosok figur yang paling berarti dalam hidupku, jadi bukan tidak mungkin jika pertanyaan " apa alasan aku ada di dunia ini?" dan aku menjawab "UNTUK MEMBAHAGIAKAN IBU"
flashback sedikit tentang ibu, sebelumnya aku pernah menulis sebuah artikel untuk menggambarkan sosok IBU, tak perlu banyak kata untuk menjawab 2 jawaban yakni "SEMPURNA DAN SEMPURNA" ,
dan jika ada pertanyaan , apkah kau telah mampu membahagiakan ibu?? jawabanya BELUM SAMA SEKALI,
bukan berarti aku tak pernah mencoba membuat bahagia ibu, but you know ?? arti sebuah kebahagian seorang ibu itu apa? kebahagiaan seorang ibu adalah "KETIKA MELIHAT ANAKNYA BAHAGIA" pasti banyak pertanyaan, berarti kamu disini tidak bahagia ton?
well , jadi menurutku kebahgiaan itu ada bila semua sudah lengkap, maksudnya ??
bahagia itu relatif tinggal kita menjalaninya, tapi tanpa kamu sadari di setiap PEJALANAN hidupmu, bahkan sepahit pahitnya PERJALANAN HIDUPMU ada 99 kebahagian di antara 1 KESEDIHAN,
intinya jika kita ingin menjawab ALASAN MENGAPA KITA DILAHIRKAN, maka kita bahagiakan diri kita sendiri dan juga orang di sekeliling kita terlebih dahulu, maka terjawab sudah semua pertanyaan dalam hidup
#MUHAMAD FATONI ADIRTI